KEGIATAN PEMBELAJARAN
– 4
MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN
1. Mengidentifikasi Fungsi Media
Pembelajaran
Media adalah perantara atau pengantar
pesan dari pengirim ke penerima
pesan. Sehingga menjadi alat bantu
belajar yang dapat menyalurkan pesan
(Sadiman, 2006:14).
Association of Education and
Communication Technology (AECT
: 1977)
memberikan batasan tentang media
sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan untuk menyampaikan pesan
atau informasi. Apabila media
tersebut membawa informasi yang
bertujuan instruksional atau mengandung
maksud pengajaran maka media itu
disebut dengan media pembelajaran.
Menurut Gagne dan Briggs (1975), media
pembelajaran meliputi alat yang
secara fisik digunakan untuk
menyampaikan isi materi pengajaran, seperti
buku, tape-recorder, kaset, video
kamera, visio recorder, film, slide, foto,
gambar, grafik, televisi dan komputer.
Jadi yang dimaksud media
pembelajaran segala sesuatu yang sudah
berisi materi pembelajaran, yang
dapat dimanfaatkan untuk mencapai
indikator kompetensi pada rana kognitif
(pengetahuan); afektif (perubahan
sikap) dan dan psikomotorik
(keterampilan).
Media pembelajaran memiliki peran yang
cukup penting untuk menunjang
keberhasilan sistem pendidikan
nasional dalam era globalisasi yang
bercirikan pembelajaran berpusat pada
peserta didik. Heinich, Molenda, dan
Russel
(1990) menyatakan bahwa media is a channel of communication.
Beberapa fungsi media pembelajaran
menurut Santyasa, W., ( 2007:5-6)
sebagai berikut.
a) Media pembelajaran dapat melampaui
batasan ruang kelas. Banyak
objek yang tidak mungkin dilihat
secara langsung di kelas karena: lokasi
objek sangat jauh, terlalu besar atau
kecil, bergerak terlalu lambat atau cepat,
terlalu
kompleks, mudah rusak, bersuara sangat halus, berbahaya.
b) Media pembelajaran dapat mengatasi
keterbatasan dan perbedaan
pengalaman. Jika peserta didik tidak
mungkin dibawa ke objek langsung,
maka objek tesebut dapat dibawa ke
dalam kelas.
c) Media pembelajaran dapat menjangkau
audien yang besar jumlahnya
dan memungkinkan mengamati objek
secara bersamaan, melalui siaran
radio, televisi mengikuti pembelajaran
secara bersamaan.
d) Media pembelajaran yang tepat dapat
memberikan ilustrasi konsep dasar
yang benar, konkrit dan realistis.
e) Media pembelajaran yang baik juga
dapat merangsang dan
membangkitkan motivasi dan minat
belajar.
f) Media pembelajaran interaktif
memungkinkan adanya interaksi
langsung antara peserta didik dengan
sumber belajar dan pelaksanaan
belajar sesuai dengan kemampuan,
minat, dan waktu masing-masing.
Fungsi media pembelajaran, khususnya
media visual, menurut Levie & Lents
(1982) yaitu: (a) fungsi atensi, (b)
fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, (d) fungsi
kompensatoris. Secara jelas diuraikan
seperti berikut.
a. Fungsi Atensi, yaitu menarik dan
mengarahkan perhatian peserta didik
untuk berkonsentrasi kepada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai
teks materi pelajaran.
b. Fungsi Afektif, yaitu media visual
dapat terlihat dari tingkat kenikmatan
peserta didik ketika belajar (atau
membaca) teks yang bergambar.
c. Fungsi Kognitif, terlihat dari
temuan-temuan penelitian yang
mengungkapkan bahwa lambang visual
atau gambar memperlancar
pencapaiaan tujuan untuk memahami dan
mengingat informasi atau pesan
yang terkandung dalam gambar.
d. Fungsi Kompensatoris, media visual
yang memberikan konteks untuk
memahami teks membantu peserta didik
yang lemah dalam membaca untuk
mengorganisasikan informasi dan
mengingatnya kembali.
Tahapan
mengolah dan menyajikan materi pembelajaran ke dalam media
2. Pemilihan sumber-sumber ini
mempertimbangkan isi, tingkat
keterbacaan, dan integritas
penulisnya. Sumber-sumber berupa buku,
majalah/jurnal, atau sumber-sumber di
Internet.
3. Buat rancangan struktur isi (outline)
media dan urutan penyajian materi
serta bentuk interaksi sesuai dengan
alur pembelajaran yang diharapkan.
Bentuk-bentuk interaksi yang dapat
dipilih antara lain: drill and practice,
tutorial, permainan (game),
simulasi, eksplorasi, penemuan (discovery),
pemecahan masalah (problem solving).
4. Pilih materi-materi yang sesuai
dari sumber-sumber yang sudah
terkumpul dan sajikan isi setiap topik
secara singkat dengan bahasa yang
sederhana dan komunikatif, dilengkapi
dengan ilustrasi/visualisasi dalam
bentuk gambar, grafik, diagram, foto,
animasi, atau audio-video.
5. Didalam memberikan visualisasi
materi tekstual, pengembangan media
perlu
memperatikan persyaratan VISUALS.
Cara memilih media pembelajaran
diungkapkan oleh Soeparno (1987:10),
secara ringkas sebagai berikut: (1)
Mengetahui karakteristik setiap media; (2)
memilih media sesuai dengan tujuan
yang hendak dicapai; (3) memilih media
sesuai dengan metode yang
dipergunakan; (4) memilih media sesuai materi
yang akan dikomunikasikan; (5) memilih
media sesuai keadaan siswa,
jumlah, usia maupun tingkat
pendidikannya; (6) memilih media dengan situasi
dan kondisi lingkungan tempat media
dipergunakan; (7) janganlah memilih
media dengan alasan bahan tersebut
satu-satunya yang dimiliki.
Persyaratan VISUALS menurut (Elang
Krisnadi, 2009) : (a) Visible (mudah
dilihat): jelas, tingkat keterbacaan
tinggi, resolusi/ketajaman grafis tinggi,
mengandung satu makna; (b) Interesting
(menarik): isi pesan sesuai dengan
kebutuhan peserta didik, tampilan
menarik, menjaga kelangsungan proses
komunikasi/interaksi/belajar; (c) Simpel
(sederhana): pesan terfokus,
pemilihan kata/huruf/gambar tidak
mengubah makna pesan, bahasa dan
tampilan;(d) Useful (berguna):
sesuai dengan kebutuhan dan tujuan
pembelajaran maupun hasil belajar yang
diinginkan;(e) Accurate (tepat): isi
pesan mempunyai makna yang tepat,
sesuai bidang ilmu, penyampaiannya
cermat; (f) Legitimate (absah/benar/logis):
isi pesan benar, disusun secara
logis,
mengikuti kaidah keilmuan; (g) Structure (terstruktur): rangkaian pesa
Kriteria-Kriteria Media pembelajaran
yang baik menurut Asyhar ( 2011),
seperti berikut.
a. Jelas dan rapi. Media yang baik
harus jelas dan rapi dalam penyajiannya.
Jelas dan rapi juga mencakup layout
atau pengaturan format sajian, suara,
tulisan dan ilustrasi gambar.
b. Bersih dan menarik. Bersih disini
berarti tidak ada gangguan pada teks,
gambar, suara dan video.
c. Cocok dengan sasaran. Media yang
efektif untuk kelompok besar belum
tentu sama jika digunakan di kelompok
kecil atau perorangan.
d. Relevan dengan topik yang
diajarkan. Media harus sesuai dengan
karakteristik isi berupa fakta,
konsep, prinsip, prosedural, generalisasi.
e. Sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Media yang baik adalah media yang
sesuai tujuan instruksional yang telah
ditetapkan yang secara umum
mengacu kepada gabungan dari dua atau
tiga ranah kognitif, afektif dan
psikomotor.
f.
Praktis, luwes, tahan. Kriteria ini menuntun para guru atau instruktur
f. Praktis, luwes, tahan. Kriteria ini
menuntun para guru atau instruktur
untuk memilih media yang ada, mudah
diperoleh, atau mudah dibuat sendiri
oleh guru.
g. Berkualitas baik. Kriteria media
secara teknis harus berkualitas baik.
Misalnya pengembangan visual baik
gambar maupun fotografi harus
memenuhi persyaratan teknis tertentu,
seperti visual pada slide harus jelas
dan
informasi.
h. Ukurannya sesuai dengan lingkungan
belajar. Media yang terlalu besar
sulit digunakan dalam satu kelas yang
berukuran terbatas dan dapat
menyebabkan kegiatan pembelajaran
kurang kondusif.
2. Menerapkan Media Pembelajaran
Berbasis TIK
Guru harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
untuk mengintegrasikan TIK
didalamnya. Dalam proses pembelajaran
seharusnya guru: (1) menjadi
fasilitator, kolaborator, pelatih,
pengarah dan teman belajar; (2) memberikan
pilihan dan tanggung jawab yang besar
untuk mengalami peristiwa belajar.
Menurut Rosenberg (2001), dengan
berkembangnya penggunaan TIK ada
lima pergeseran dalam proses
pembelajaran yaitu:
Gambar 11. Proses Pembelajaran TIK
Menurut Surya D. 2012, pola yang
memanfaatkan media pembelajaran
sebagai sumber-sumber selain guru
dijelaskan pada gambar berikut:
Gambar 15. Pola Pembelajaran dengan
Bantuan Media.
Kelompok media pembelajaran dibagi
menjadi 4, berdasarkan indera yang
terlibat (Yanti H, 2009) : (1)
Pendengaran,(2) Penglihatan, (3) Pendengaran
(1) Dari Pelatihan ke
Penampilan
(2) Dari Ruang Kelas
ke di Mana dan Kapan Saja
(3) Dari Kertas ke
“On Line” Atau Saluran
(4) Dari Fasilitas
Fisik ke Fasilitas Jaringan Kerja
(5) Dari Waktu Siklus
ke Waktu Nyata
Kelompok media pembelajaran dibagi
menjadi 4, berdasarkan indera yang
terlibat (Yanti H, 2009) : (1)
Pendengaran,(2) Penglihatan, (3) Pendengaran
dan Penglihatan, (4) Multiindera.
Jenis media yang lazim dipergunakan
dalam pembelajaran (Heinich, Molenda,
Russel; 1996:8): (a) media visual
nonproyeksi dan proyeksi; (b) media audio;
(c) media gerak; (d) media berbasis
ICT (multimedia, hipermedia dan media
jarak jauh). Menurut Asyhar (2011: 44)
media pembelajaran dapat
dikelompokkan menjadi empat jenis.
a. Media Visual
Jenis media yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran dengan
melibatkan pendengaran dan penglihatan
sekaligus dalam satu proses atau
kegiatan. Pesan dan informasi yang
dapat disalurkan melalui media, dapat
berupa pesan verbal dan non verbal
yang mengandalkan penglihatan
maupun pendengaran. Contoh medianya
adalah film, video, program TV.
b. Media Audio
Jenis media yang digunakan dalam
proses pembelajaran dengan hanya
melibatkan indera pendengaran peserta
didik. Media audio hanya mampu
memanipulasi kemampuan suara semata,
Asyhar, ( 2011: 44). Pesan dan
informasi yang diterimanya adalah
berupa pesan verbal seperti bahasa lisan,
kata-kata dan lain-lain.
c. Media Audio-visual
Jenis media yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran dengan
melibatkan pendengaran dan penglihatan
sekaligus dalam satu proses atau
kegiatan. Pesan dan informasi yang
dapat disalurkan melalui media, dapat
berupa
pesan verbal dan non verbal yang mengandalkan penglihatan
maupun pendengaran. Contoh media
audio-visual adalah film, video,
program TV.
d. Multimedia, adalah Media yang
melibatkan beberapa jenis media dan
peralatan secara terintegrasi dalam
suatu proses atau kegiatan
pembelajaran. Pembelajaran multimedia
melibatkan indera penglihatan dan
pendengaran. Meyer (dikutip dalam
Asyhar, 2011: 45) mendefinisikan
multimedia sebagai media yang
menghasilkan bunyi dan teks. TV, presentasi
Powerpoint berupa teks, gambar
bersuara sudah dapat dikatakan multimedia.
Contoh pembuatan bahan ajar berbasis
TIK dengan Powerpoint:
Gambar 17 Tahapan Pembuatan Dengan
Powerpoint
3. Mengembangkan Media Pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan
adalah media presentasi yang dapat
disajikan kepada siswa, agar tidak
terjadi lagi proses pembelajaran dengan
menuliskan serangkaian materi di papan
tulis, mendikte materi dan lain
sebagainya. Menggunakan teknologi
informasi presentasi media
pembelajaran dapat memberikan
pengalaman tersendiri bagi siswa, karena
media presentasi memberikan kesan
visual yang tidak dapat digambarkan di
papan tulis.
Satu diantara beberapa perangkat lunak
yang digunakan untuk
mempresentasikan media pembelajaran
adalah Microsoft Office Powerpoint .
Buku
(Text/
3. Mengembangkan Media Pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan
adalah media presentasi yang dapat
disajikan kepada siswa, agar tidak
terjadi lagi proses pembelajaran dengan
menuliskan serangkaian materi di papan
tulis, mendikte materi dan lain
sebagainya. Menggunakan teknologi
informasi presentasi media
pembelajaran dapat memberikan
pengalaman tersendiri bagi siswa, karena
media presentasi memberikan kesan
visual yang tidak dapat digambarkan di
papan tulis.
Satu diantara beberapa perangkat lunak
yang digunakan untuk
mempresentasikan
media pembelajaran adalah Microsoft Office Powerpoint .
a. Instalasi Microsoft Powerpoint
Proses penginstalan aplikasi-aplikasi
Microsoft Office lainnya seperti
Microsoft Word, Microsoft Excel, pada
dasarnya semuanya sama, yaitu
dengan memasukkan CD drivernya ke
dalam CD Room.
b. Mengoperasikan Microsoft Powerpoint
Contoh pengoperasian Microsoft
Powerpoint dengan menggunakan Windows
7 Professional Office 2007,
langkah-langkah ditempuh secara umum.
1) Melalui Start Menu
Klik Start, pilih All Programs, pilih
Microsoft Office, klik Microsoft Office
Powerpoint 2007 seperti pada Gambar
18. Setelah Anda mengikuti langkahlangkah
tersebut
segera akan tampil lembaran kerja Microsoft Powerpoint
2) Melalui Shortcut, Dari shortcut
yang sebelumnya kita buat terlebih dahulu.
Langkah
– langkahnya adalah dengan klik ganda shortcut yang akan dibuka.
3) Melalui Menu RUN, Tekan tombol
Windows ( ) + huruf R pada keybord
lalu akan muncul menu RUN, langkah
selanjutnya adalah tinggal kita cari
letak dari file yang akan kita buka.
Misalnya di C:\Program Files\Microsoft
Office\Office12\POWERPNT.exe. Setelah
terpilih klik OK.
4) Melalui Windows Explorer, cara lain
adalah melalui Windows Explorer,
lalu kita cari lokasinya seperti pada
langkah ketiga setelah itu klik dua kali
pada file POWERPNT.EXE.
5) Melalui Menu Search
Langkah-langkahnya adalah klik icon
Windows pada taskbar secara langsung
kursor akan berada pada menu search.
Pada form isian tuliskan nama file
yang dicari, misalnya Powerpoint.
Setelah ditemukan, klik, file tersebut akan
dieksekusi.
Setelah tereksekusi maka aplikasi MS
Word akan dijalankan dan
menampilkan lingkungan kerja atau
interface sebagai berikut:
c.
Mengenal Elemen Dasar Microsoft Powerpoint dan Pemanfaatannya
Sebelum mempelajari lebih lanjut
tentang Powerpoint 2007 ada baiknya
mengetahui beberapa elemen dasar yang
ada dalam PowerPoint 2007.
Elemen-elemen ini akan selalu
digunakan dalam proses pembuatan slide
presentasi.
Menu ini dirancang mudah dalam
menemukan fitur dan perintah dengan
kategori yang tidak menyulitkan serta
kumpulan grup yang saling berkaitan.
Hemat waktu dan cukup memudahkan dalam
membuat presentasi. Satu lagi
fasilitas terbaru adalah dapat
langsung melihat perubahan huruf/obyek atas
fitur yang ingin digunakan, sebelum
menggunakannya.
Fitur ini disebut Ribbon, yaitu menu
baru yang menggantikan menu lama.
Sangat memudahkan karena menu ini
mengelompokkan perintah kedalam
grup- yang saling berkaitan. Pada
Powerpoint 2007 hanya terdapat satu bar
lebar yang menyajikan isi pada toolbar
lama, namun boxnya dan taskpane
masih sama.
Ribbon berisikan barisan perintah berupa
menu, seperti menu Home, Insert,
Design, Translation, Slide Show,
Review, View dan
lain-lain. Salah satu
contohRibbon adalah sebagai
berikut:
3. Tombol perintah dalam tiap group
berisi rincian/pilihan perintah lainnya
yang berkaitan
d. Mengaktifkan Menu Pada Powerpoint,
Untuk mengaktifkan Menu Home,
klik tab Menu Home pada tab menu atau
tekan Alt+H, perhatikan Ribbon menu
yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu Insert,
klik Menu Insert pada tab menu atau tekan
Alt+N, perhatikan Ribbon menu yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu Insert,
klik Menu Insert pada tab menu atau tekan
Alt+N, perhatikan Ribbon menu yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu Animations,
klik tab Menu Animations pada tab
menu atau tekan Alt+A,
perhatikan Ribbon menu yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu Slide Show,
klik tab Menu Slide Show pada tab
menu atau tekan Alt+S,
perhatikan Ribbon menu yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu Slide Show,
klik tab Menu Slide Show pada tab
menu atau tekan Alt+S,
perhatikan Ribbon menu yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu Review,
klik tab Menu Review pada tab menu atau
tekanAlt+R, perhatikan Ribbon
menu yang tampil.
Untuk mengaktifkan Menu View,
klik tab Menu View pada tab menu atau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar