Senin, 17 April 2017






KEGIATAN PEMBELAJARAN – 4

MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN

1. Mengidentifikasi Fungsi Media Pembelajaran

Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima

pesan. Sehingga menjadi alat bantu belajar yang dapat menyalurkan pesan

(Sadiman, 2006:14).

Association of Education and Communication Technology (AECT : 1977)

memberikan batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang

digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Apabila media

tersebut membawa informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung

maksud pengajaran maka media itu disebut dengan media pembelajaran.

Menurut Gagne dan Briggs (1975), media pembelajaran meliputi alat yang

secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, seperti

buku, tape-recorder, kaset, video kamera, visio recorder, film, slide, foto,

gambar, grafik, televisi dan komputer. Jadi yang dimaksud media

pembelajaran segala sesuatu yang sudah berisi materi pembelajaran, yang

dapat dimanfaatkan untuk mencapai indikator kompetensi pada rana kognitif

(pengetahuan); afektif (perubahan sikap) dan dan psikomotorik

(keterampilan).

Media pembelajaran memiliki peran yang cukup penting untuk menunjang

keberhasilan sistem pendidikan nasional dalam era globalisasi yang

bercirikan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Heinich, Molenda, dan

Russel (1990) menyatakan bahwa media is a channel of communication.

Beberapa fungsi media pembelajaran menurut Santyasa, W., ( 2007:5-6)

sebagai berikut.

a) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak

objek yang tidak mungkin dilihat secara langsung di kelas karena: lokasi

objek sangat jauh, terlalu besar atau kecil, bergerak terlalu lambat atau cepat,

terlalu kompleks, mudah rusak, bersuara sangat halus, berbahaya.

b) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan dan perbedaan

pengalaman. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke objek langsung,

maka objek tesebut dapat dibawa ke dalam kelas.

c) Media pembelajaran dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya

dan memungkinkan mengamati objek secara bersamaan, melalui siaran

radio, televisi mengikuti pembelajaran secara bersamaan.

d) Media pembelajaran yang tepat dapat memberikan ilustrasi konsep dasar

yang benar, konkrit dan realistis.

e) Media pembelajaran yang baik juga dapat merangsang dan

membangkitkan motivasi dan minat belajar.

f) Media pembelajaran interaktif memungkinkan adanya interaksi

langsung antara peserta didik dengan sumber belajar dan pelaksanaan

belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan waktu masing-masing.

Fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, menurut Levie & Lents

(1982) yaitu: (a) fungsi atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, (d) fungsi

kompensatoris. Secara jelas diuraikan seperti berikut.

a. Fungsi Atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik

untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna

visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

b. Fungsi Afektif, yaitu media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan

peserta didik ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.

c. Fungsi Kognitif, terlihat dari temuan-temuan penelitian yang

mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar

pencapaiaan tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan

yang terkandung dalam gambar.

d. Fungsi Kompensatoris, media visual yang memberikan konteks untuk

memahami teks membantu peserta didik yang lemah dalam membaca untuk

mengorganisasikan informasi dan mengingatnya kembali.

Tahapan mengolah dan menyajikan materi pembelajaran ke dalam media

2. Pemilihan sumber-sumber ini mempertimbangkan isi, tingkat

keterbacaan, dan integritas penulisnya. Sumber-sumber berupa buku,

majalah/jurnal, atau sumber-sumber di Internet.

3. Buat rancangan struktur isi (outline) media dan urutan penyajian materi

serta bentuk interaksi sesuai dengan alur pembelajaran yang diharapkan.

Bentuk-bentuk interaksi yang dapat dipilih antara lain: drill and practice,

tutorial, permainan (game), simulasi, eksplorasi, penemuan (discovery),

pemecahan masalah (problem solving).

4. Pilih materi-materi yang sesuai dari sumber-sumber yang sudah

terkumpul dan sajikan isi setiap topik secara singkat dengan bahasa yang

sederhana dan komunikatif, dilengkapi dengan ilustrasi/visualisasi dalam

bentuk gambar, grafik, diagram, foto, animasi, atau audio-video.

5. Didalam memberikan visualisasi materi tekstual, pengembangan media

perlu memperatikan persyaratan VISUALS.

Cara memilih media pembelajaran diungkapkan oleh Soeparno (1987:10),

secara ringkas sebagai berikut: (1) Mengetahui karakteristik setiap media; (2)

memilih media sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai; (3) memilih media

sesuai dengan metode yang dipergunakan; (4) memilih media sesuai materi

yang akan dikomunikasikan; (5) memilih media sesuai keadaan siswa,

jumlah, usia maupun tingkat pendidikannya; (6) memilih media dengan situasi

dan kondisi lingkungan tempat media dipergunakan; (7) janganlah memilih

media dengan alasan bahan tersebut satu-satunya yang dimiliki.

Persyaratan VISUALS menurut (Elang Krisnadi, 2009) : (a) Visible (mudah

dilihat): jelas, tingkat keterbacaan tinggi, resolusi/ketajaman grafis tinggi,

mengandung satu makna; (b) Interesting (menarik): isi pesan sesuai dengan

kebutuhan peserta didik, tampilan menarik, menjaga kelangsungan proses

komunikasi/interaksi/belajar; (c) Simpel (sederhana): pesan terfokus,

pemilihan kata/huruf/gambar tidak mengubah makna pesan, bahasa dan

tampilan;(d) Useful (berguna): sesuai dengan kebutuhan dan tujuan

pembelajaran maupun hasil belajar yang diinginkan;(e) Accurate (tepat): isi

pesan mempunyai makna yang tepat, sesuai bidang ilmu, penyampaiannya

cermat; (f) Legitimate (absah/benar/logis): isi pesan benar, disusun secara

logis, mengikuti kaidah keilmuan; (g) Structure (terstruktur): rangkaian pesa

Kriteria-Kriteria Media pembelajaran yang baik menurut Asyhar ( 2011),

seperti berikut.

a. Jelas dan rapi. Media yang baik harus jelas dan rapi dalam penyajiannya.

Jelas dan rapi juga mencakup layout atau pengaturan format sajian, suara,

tulisan dan ilustrasi gambar.

b. Bersih dan menarik. Bersih disini berarti tidak ada gangguan pada teks,

gambar, suara dan video.

c. Cocok dengan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum

tentu sama jika digunakan di kelompok kecil atau perorangan.

d. Relevan dengan topik yang diajarkan. Media harus sesuai dengan

karakteristik isi berupa fakta, konsep, prinsip, prosedural, generalisasi.

e. Sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media yang baik adalah media yang

sesuai tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum

mengacu kepada gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif dan

psikomotor.

f. Praktis, luwes, tahan. Kriteria ini menuntun para guru atau instruktur

f. Praktis, luwes, tahan. Kriteria ini menuntun para guru atau instruktur

untuk memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri

oleh guru.

g. Berkualitas baik. Kriteria media secara teknis harus berkualitas baik.

Misalnya pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus

memenuhi persyaratan teknis tertentu, seperti visual pada slide harus jelas

dan informasi.

h. Ukurannya sesuai dengan lingkungan belajar. Media yang terlalu besar

sulit digunakan dalam satu kelas yang berukuran terbatas dan dapat

menyebabkan kegiatan pembelajaran kurang kondusif.

2. Menerapkan Media Pembelajaran Berbasis TIK

Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun

rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk mengintegrasikan TIK

didalamnya. Dalam proses pembelajaran seharusnya guru: (1) menjadi

fasilitator, kolaborator, pelatih, pengarah dan teman belajar; (2) memberikan

pilihan dan tanggung jawab yang besar untuk mengalami peristiwa belajar.

Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada

lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:

Gambar 11. Proses Pembelajaran TIK

Menurut Surya D. 2012, pola yang memanfaatkan media pembelajaran

sebagai sumber-sumber selain guru dijelaskan pada gambar berikut:

Gambar 15. Pola Pembelajaran dengan Bantuan Media.

Kelompok media pembelajaran dibagi menjadi 4, berdasarkan indera yang

terlibat (Yanti H, 2009) : (1) Pendengaran,(2) Penglihatan, (3) Pendengaran

(1) Dari Pelatihan ke Penampilan

(2) Dari Ruang Kelas ke di Mana dan Kapan Saja

(3) Dari Kertas ke “On Line” Atau Saluran

(4) Dari Fasilitas Fisik ke Fasilitas Jaringan Kerja

(5) Dari Waktu Siklus ke Waktu Nyata



Kelompok media pembelajaran dibagi menjadi 4, berdasarkan indera yang

terlibat (Yanti H, 2009) : (1) Pendengaran,(2) Penglihatan, (3) Pendengaran

dan Penglihatan, (4) Multiindera.

Jenis media yang lazim dipergunakan dalam pembelajaran (Heinich, Molenda,

Russel; 1996:8): (a) media visual nonproyeksi dan proyeksi; (b) media audio;

(c) media gerak; (d) media berbasis ICT (multimedia, hipermedia dan media

jarak jauh). Menurut Asyhar (2011: 44) media pembelajaran dapat

dikelompokkan menjadi empat jenis.

a. Media Visual

Jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan

melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau

kegiatan. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media, dapat

berupa pesan verbal dan non verbal yang mengandalkan penglihatan

maupun pendengaran. Contoh medianya adalah film, video, program TV.

b. Media Audio

Jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya

melibatkan indera pendengaran peserta didik. Media audio hanya mampu

memanipulasi kemampuan suara semata, Asyhar, ( 2011: 44). Pesan dan

informasi yang diterimanya adalah berupa pesan verbal seperti bahasa lisan,

kata-kata dan lain-lain.

c. Media Audio-visual

Jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan

melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau

kegiatan. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media, dapat

berupa pesan verbal dan non verbal yang mengandalkan penglihatan

maupun pendengaran. Contoh media audio-visual adalah film, video,

program TV.

d. Multimedia, adalah Media yang melibatkan beberapa jenis media dan

peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses atau kegiatan

pembelajaran. Pembelajaran multimedia melibatkan indera penglihatan dan

pendengaran. Meyer (dikutip dalam Asyhar, 2011: 45) mendefinisikan

multimedia sebagai media yang menghasilkan bunyi dan teks. TV, presentasi

Powerpoint berupa teks, gambar bersuara sudah dapat dikatakan multimedia.

Contoh pembuatan bahan ajar berbasis TIK dengan Powerpoint:

Gambar 17 Tahapan Pembuatan Dengan Powerpoint

3. Mengembangkan Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan adalah media presentasi yang dapat

disajikan kepada siswa, agar tidak terjadi lagi proses pembelajaran dengan

menuliskan serangkaian materi di papan tulis, mendikte materi dan lain

sebagainya. Menggunakan teknologi informasi presentasi media

pembelajaran dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa, karena

media presentasi memberikan kesan visual yang tidak dapat digambarkan di

papan tulis.

Satu diantara beberapa perangkat lunak yang digunakan untuk

mempresentasikan media pembelajaran adalah Microsoft Office Powerpoint .

Buku

(Text/

3. Mengembangkan Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan adalah media presentasi yang dapat

disajikan kepada siswa, agar tidak terjadi lagi proses pembelajaran dengan

menuliskan serangkaian materi di papan tulis, mendikte materi dan lain

sebagainya. Menggunakan teknologi informasi presentasi media

pembelajaran dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa, karena

media presentasi memberikan kesan visual yang tidak dapat digambarkan di

papan tulis.

Satu diantara beberapa perangkat lunak yang digunakan untuk

mempresentasikan media pembelajaran adalah Microsoft Office Powerpoint .

a. Instalasi Microsoft Powerpoint

Proses penginstalan aplikasi-aplikasi Microsoft Office lainnya seperti

Microsoft Word, Microsoft Excel, pada dasarnya semuanya sama, yaitu

dengan memasukkan CD drivernya ke dalam CD Room.

b. Mengoperasikan Microsoft Powerpoint

Contoh pengoperasian Microsoft Powerpoint dengan menggunakan Windows

7 Professional Office 2007, langkah-langkah ditempuh secara umum.

1) Melalui Start Menu

Klik Start, pilih All Programs, pilih Microsoft Office, klik Microsoft Office

Powerpoint 2007 seperti pada Gambar 18. Setelah Anda mengikuti langkahlangkah

tersebut segera akan tampil lembaran kerja Microsoft Powerpoint

2) Melalui Shortcut, Dari shortcut yang sebelumnya kita buat terlebih dahulu.

Langkah – langkahnya adalah dengan klik ganda shortcut yang akan dibuka.

3) Melalui Menu RUN, Tekan tombol Windows ( ) + huruf R pada keybord

lalu akan muncul menu RUN, langkah selanjutnya adalah tinggal kita cari

letak dari file yang akan kita buka. Misalnya di C:\Program Files\Microsoft

Office\Office12\POWERPNT.exe. Setelah terpilih klik OK.

4) Melalui Windows Explorer, cara lain adalah melalui Windows Explorer,

lalu kita cari lokasinya seperti pada langkah ketiga setelah itu klik dua kali

pada file POWERPNT.EXE.

5) Melalui Menu Search

Langkah-langkahnya adalah klik icon Windows pada taskbar secara langsung

kursor akan berada pada menu search. Pada form isian tuliskan nama file

yang dicari, misalnya Powerpoint. Setelah ditemukan, klik, file tersebut akan

dieksekusi.

Setelah tereksekusi maka aplikasi MS Word akan dijalankan dan

menampilkan lingkungan kerja atau interface sebagai berikut:





c. Mengenal Elemen Dasar Microsoft Powerpoint dan Pemanfaatannya

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang Powerpoint 2007 ada baiknya

mengetahui beberapa elemen dasar yang ada dalam PowerPoint 2007.

Elemen-elemen ini akan selalu digunakan dalam proses pembuatan slide

presentasi.

Menu ini dirancang mudah dalam menemukan fitur dan perintah dengan

kategori yang tidak menyulitkan serta kumpulan grup yang saling berkaitan.

Hemat waktu dan cukup memudahkan dalam membuat presentasi. Satu lagi

fasilitas terbaru adalah dapat langsung melihat perubahan huruf/obyek atas

fitur yang ingin digunakan, sebelum menggunakannya.

Fitur ini disebut Ribbon, yaitu menu baru yang menggantikan menu lama.

Sangat memudahkan karena menu ini mengelompokkan perintah kedalam

grup- yang saling berkaitan. Pada Powerpoint 2007 hanya terdapat satu bar

lebar yang menyajikan isi pada toolbar lama, namun boxnya dan taskpane

masih sama.

Ribbon berisikan barisan perintah berupa menu, seperti menu Home, Insert,

Design, Translation, Slide Show, Review, View dan lain-lain. Salah satu

contohRibbon adalah sebagai berikut:



3. Tombol perintah dalam tiap group berisi rincian/pilihan perintah lainnya

yang berkaitan

d. Mengaktifkan Menu Pada Powerpoint,

Untuk mengaktifkan Menu Home, klik tab Menu Home pada tab menu atau

tekan Alt+H, perhatikan Ribbon menu yang tampil.

Untuk mengaktifkan Menu Insert, klik Menu Insert pada tab menu atau tekan

Alt+N, perhatikan Ribbon menu yang tampil.



Untuk mengaktifkan Menu Insert, klik Menu Insert pada tab menu atau tekan

Alt+N, perhatikan Ribbon menu yang tampil.

Untuk mengaktifkan Menu Animations, klik tab Menu Animations pada tab

menu atau tekan Alt+A, perhatikan Ribbon menu yang tampil.

Untuk mengaktifkan Menu Slide Show, klik tab Menu Slide Show pada tab

menu atau tekan Alt+S, perhatikan Ribbon menu yang tampil.

Untuk mengaktifkan Menu Slide Show, klik tab Menu Slide Show pada tab

menu atau tekan Alt+S, perhatikan Ribbon menu yang tampil.

Untuk mengaktifkan Menu Review, klik tab Menu Review pada tab menu atau

tekanAlt+R, perhatikan Ribbon menu yang tampil.

Untuk mengaktifkan Menu View, klik tab Menu View pada tab menu atau

tekanAlt+W, perhatikan Ribbon menu yang tampil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  KEGIATAN PEMBELAJARAN – 6 MENGAPLIKASIKAN PEMANFAATAN E-LEARNING Aplikasi pengelolaan pembelajaran sering juga disebut sebagai...