Resume Modul E [ KP 1 ]
Oleh : Drs
Aminullah H. Mokobombang.
Jenis- Jenis Film
1 .Pengertian Film.
Film adalah gambar hidup yang juga disebut movie, sedangkan film secara
kolektif sering disebut sebagai
sinema. Sinema bersumber dari kata kinematik atau gerak, film
merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa atau di dunia para sineas sebagai
seluloid [ Nugroho 2013]
Pengertian secara harafiah film [ sinema] adalah Cinemathographie yang
berasal dari cinema + tho = phytos [ cahaya] + graphie = grhap [ tulisan]=
gambar = citra. Jadi pengertian Film adalah melukis gerak dengan cahaya.
2. Sejarah
Film Internasional
Pada mulanya film ditemukan pada akhir abad ke
19, dan berkembang sampai dengan hari
ini, pada tahun 1826 Joseph Nicephone Niepce dari Perancis membuat campuran
dari perak untuk membuat campuran dari perak untuk membuat gambar pada sebuah
lempengan timah.
Kemudian
Thomas Alfa Edison pada tahun 1887 menemukan alat untuk merekam dan membuat
gambar, Edison dibantu oleh Eastman ditahun 1884 menemukan pita film atau pita
Seluloid, dan pada tahun 1891 Eastman dibantu Hannibal Goodwin memperkenalkan
satu rol film. Alat yang dibuat oleh Thomas Alfa Edison disebut Kinetoskop
yaitu alat yang berbentuk kotak berlubang untuk menyaksikan pertunjukkan.
Film pertama kali dipertontonkan untuk umum
pertama kali di Paris Perancis pada tanggal 28 Desember 1895 di Grand Cafe
Boulevard de Capucines, Peristiwa ini menandakan lahirnya film serta bioskop di
dunia ini. Pada akhirnya sekarang ini film tidak hanya dinikmati di bioskop
tetapi dapat juga lewat televisi, VCD, DVD, dan lain sebagainya.
3.
Sejarah Perkembangan Film Di Indonesia.
Pada tanggal 5 Desember 1900 film pertama kali
diperkenalkan di Indonesia yaitu di Batavia [ Jakarta sekarang ini ], sedangkan
pertunjukkan film pertama dilaksanakan di daerah Tanah Abang yang bertemakan
film dokumenter yang menggambarkan perjalanan Ratu dan Raja Belanda di Den
Hagg
Kemudian
pada tahun 1905 film cerita pertama dikenal di Indonesia yakni film yang di
import dari Amerika, dan film local pertamakali adalah diproduksi pada tahun
1926 dengan judul Loetoeng Kasaroeng yang diproduksi oleh NV Java Film Company.
Selanjutnya dalam perkembangan selanjutnya Djamaludin Malik mendorong adanya
Festival Film Indonesia untuk lebih mempopulerkan film-film Indonesia.
4.
Klasifikasi Film
Menurut
Jenis Film
- Film Fiksi, yaitu film yang dibuat berdasarkan cerita yang dikarang dan dimainkan oleh actor dan aktris.
- Film Non Fiksi,
- Film Faktual, yaitu film menampilkan fakta atau kenyataan.
- Film Dokumenter, selain fakta juga mengandung subyektifitas pembuat.
Menurut
Cara Pembuatan
- Film Eksperimental
- Film Animasi
Menurut Tema Film [ Genre ]
- Drama, tema ini lebih tertujuh pada sisi human Interest.
- Action, menampilkan adegan –adegan yang mengandung ketegangan.
- Komedi, menampilkan tontonan yang membuat kita tertawa.
- Tragedi, menampilkan suatu keadaan yang menyedihkan.
- Horor, selalu menampilkan hal-Hl yang menyeramkan.
5. Film
Mainstream
Film Mainstream
adalah film-film yang di produksi oleh studio-studio besar yang bertujuan untuk menghibur
masyarakat umum untuk mendapatkan keuntungan yang besar, film seperti ini
biasanya berdurusi 90 – 100 menit.
Karakter
Film Mainstream
- Non TeknisSecara teknis film Mainstream dibagi menurut ide dengan tema., idea atau tema yang dipakai adalah sedang popular di masyarakat.
- Secara Teknis
Karakter film Mainstream ad alah
- Menggunakan bahan seluloid minimal film 35 mm
- Memiliki jaringan kerjasamayang jelas
- Modal/ dana yang disediakan
- Menggunakan system bintang yang terkenal
- Ada proses sensor dari lembaga perfilman.
6.
Pelaku Industri Film
Dalam
pembuatan film tidak lepas daripada kerjasama team yaitu :
- Produser
- Sutradara
- Penulis Skenario
- Penata Fotografi
- Penyunting
- Penata Artistik
- Pemeran
- Publicity manager
7. Film Independen
Dalam
film ini diberikan kebebasan dan kemandirian para pembuat film dalam berkarya, dan film ini diproduksi tanpa
mengikuti kaidah perfilman yang baku.
Durasi atau
lamanya sebuah film dapat dibagi sebagai berikut :
- Film Pendek, durasinya di bawah 60 menit.
- Film panjang durasinya 90- 100 menit.
- Perbedaan seni Peran Film dengan seni Teater
- Film drama , sandiwaraa Vocal tidak perlu kuatb Emosi tidak perlu kuat karena diperkuat oleh kameraC. Make up cukup tipis sajad Pengambilan gambar secara parsial- Teatera. Pengucapan vocal harus kuat
b. Emosi dan perasaan harus ekstrem
c. Make up harus ekstrem
d. Adegan dari awal sampai akhir harus sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar